Kamis, 28 Mei 2009

Selasa, 26 Mei 2009

Si Petu


MH satu bulan petuangan membuat SIM cukup butuh kesabaran, kemaren petu lulus test tulis tapi...hehe..test prakteknya gagal, ngejatuhin beberpa tiang, keren kan....alias teteo...GAGAL!tenang2..namanya juga petu itu ya kudu dihadapi.MH tau ga apa kata pa polisinya yang buat petu tersenyum dari kegagalan...(cie,,kegagalan...cacian de elo!)kata polisinya"nanti tgl 6 kesini lagi, tgl 8 nanti dilulusin"..:))))Cihuii...cemangat!!!yang penting ku dapat SIM dan ku rasakan indahnya di test motor..hehe..(kaya dapat apa aja ampe indah gitu..). O ya, MH. sekarang petu dapat sesuatu loh dari yang namanya_ _ _ _ _ _ coz dia ngenalin  dan buat ngerti tentang SuperCamp. andai petu bisa jadi Trainer di SuperCamp yang petu buat sama sobat-sobat...tapi sayang MH..petu belum dapat sobat yang mau ngelakuin yang ada di otak petu..adakah yang mau gabung ama petu...yang pasti tu orang pemikirannya kudu rada-rada mirip petu coz kedepan banyak rintangan yang banyak..ada yang kecil, besar, belok-belok...wah pokoknya seru deh....o ya petu juga dikasi tau tentang cara-cara pembelajaran yang pokoknya keren...(itu gw banget..)ternyata petu termasuk tipe pembelajar visual..kaya apaan coba???nanti lain waktu aja dikasi taunya...banyak ilmu yang petu dapatkan tentang berpikir positif juga...dan lain-lain...

Jumat, 22 Mei 2009

Bertemu Dengan-Nya





Seseorang yang tengah dimabuk kerinduan dengan kekasihnya, akan senantiasa mendambakan intensitas pertemuan dengannya. Sehari tidak bertemu, terasa setahun lamanya. Saat mau tidur, bangun tidur, mau makan, bepergian, mau beraktifitas dan momen-momen lainnya, selalu ingat dia. Sehingga selalu mengharapkan adanya perjumpaan atau pertemuan.

Pertemuan yang dinanti-nantikan itu terutama di sepertiga akhir malam.


“Saat yang paling dekat antara Allah
dengan hambaNYA adalah di pertengahan
malam, Apabila kalian mampu menjadi hamba yang berdzikir (beribadah) kepada
Allah pada waktu tersebut, maka lakukanlah” (HR Tirmidzi)
“Allah turun ke langit dunia setiap malam pada saat sepertiga malam akhir. Dia
berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepadaKU, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang minta kepadaKU, niscaya Aku beri. Barangsiapa yang memohon ampunan kepadaKU, niscaya Aku ampuni” (HR Bukhari no 1077 dan Muslim no 1261)

Gangguan Syaithan

Syeithan tidak akan tinggal diam, membiarkan setiap hamba Allah yang hendak
berbuat kebaikan. Ia dan tentaranya, akan berusaha menghalangi agar hamba tersebut batal melaksanakan kebaikan yang diniatkannya. Jika gagal dan hamba tersebut mampu melaksanakan kebaikan tersebut, maka ia akan berusaha untuk merusak pelaksanaan kebaikan tersebut. Kalau hamba tersebut berhasil melaksanakan kebaikan tersebut, maka ia akan mempermainkan hati hamba tersebut agar rusak nilai kebaikannya. Naudzubillahi min dzalika.

Berikut beberapa cara Syaithan menghalangi manusia agar sulit untuk bangun malam:

  1. Syaithan berusaha menyeret kita untuk berbuat maksiat (kurang menjaga pandangan/pendengaran misalnya), yang menyebabkan kita sulit dan berat untuk bangun di malam hari.
  2. Saat mau tidur, syaithan menggoda kita agar lupa berdoa dan berdzikir, agar mudah baginya melelapkan tidur kita. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba merebahkan diri di pembaringannya, malaikat dan syaithan mengitarinya. Malaikat menyeru, “Tutuplah harimu dengan kebaikan!”, sedangkan syeithan berbisik, “Tutuplah harimu dengan keburukan”. Apabila hamba itu berdzikir (berdoa) kepada Allah sampai tertidur, maka malaikat akan mengusir syaithan dan ia terus menjaga hamba tsb. Apabila hamba itu bangun, malaikat dan syeithan kembali mengitarinya. Malaikat menyeru, “bukalah harimu dengan kebaikan”, namun syaithan berbisik, “bukalah harimu dengan keburukan”. Apabila hamba itu berdoa (Alhamdulillah, alladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihinnusyuur), maka malaikat mengusir syeithan dan ia menjaganya” (HR Ibnu Hibban).
  3. Saat tidur, syaithan mengikat kita dengan 3 (tiga) ikatan. Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Syeithan mengikat tengkuk kepala kalian saat tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan, syeithan membisikkan, “Tidurlah, malam masih panjang.”. Apabila ia bangun, dan berdzikir pada Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, jika ia berwudhu, terlepaslah ikatan kedua, kemudian ia sholat, lepaslah ikatan ketiga, sehingga pagi itu ia menjadi semangat. Tetapi kalau ia tidak bangun, maka jiwanya menjadi terpuruk dan malas” (HR Bukhari no 1074 dan Muslim no 1295)
  4. Syaithan “mengencingi” telinga kita saat tidur, yang menyebabkan kita tidak mendengar lantunan adzan atau suara-suara lainnya yang bisa membangunkan kita dari tidur. Abdullah bin Mas’ud berkata, ” Telah diceritakan tentang seseorang yang masih tertidur lelap sampai pagi hari hingga ia tidak melaksanakan sholat. Rasulullah bersabda, ‘Syeithan telah mengencingi telinganya’,” (HR Bukhari no 1076)

Semoga kita diberi kekuatan oleh Sang Kekasih, untuk dapat senantiasa merindukan pertemuan denganNYA

Sumber:

1. Diolah dari Majalah Ghaib, Edisi 84 Th 4




Lebih Dekat Kepada Allah




Hampa,ketika kita jauh dari Allah
Ragu2,ketika jauh dari Allah
Emosi, ketika jauh dari Allah
Bingung, ketika jauh dari Allah
Apalah diri tanpa Allah, karena tugas hidup qt adalah ibadah kepadaNya

Tugas yang kita jalani tak berarti tanpaNya, sekalipun kelihatannya mudah
yang tersisa hanya puing-puing kelelahan yang brujung keluh kesah kita pada orang lain

Agar kita tidak merasa hampa, ragu2, emosi dan binggung hanya 1 jalan keluarnya yaitu bermujahadah dekatkan diri kita kepada Allah, perbanyak waktu kita bersamaNya

Sebelum kita mendakwahi orang, berusahalah mendakwahi diri sendiri
mensolehkan diri, mensucikan jiwa, memperkuat iman, menambah pemahaman kita terhadapNya dan mempercantik tingkah laku kita terhadap Allah dan makhlukNya
karena sangat mudah sekali kita terlempar dari jalurNya
dikarenakan ruhiyyah kita kosong
wallahu'alam bishowab


Sabtu, 09 Mei 2009

Merenung


Kedewasaan itu adalah proses, menjadi seseorang yang mampu berpikir bijak, mengenyampingkan emosi dan bertindak secara dingin serta hati-hati dengan pertimbangan yang merujuk pada Quran dan sunnah, adalah sebuah fase dalam kehidupan manusia yang akan dilalui.

Kedewasaan bukan merupakan sifat turunan atau warisan. tapi kedewasaan bersumber dari karaker dan pribadi masing-masing manusia. Pada intinya, adalah sebuah pilihan untuk menjadi dewasa atau tidak dewasa.

Usia juga bukan menjamin kedewasaan, bahkan ada juga yang berusia muda namun sudah bisa bersikap bijak dan dewasa. Namun….. tidak ada batasan atau patokan dalam taraf tingkat kedewasaan dalam bersikap dan bertindak

Jadi…. Semua itu hanya penilaian yang bisa berbeda tiap manusia, dalam penyikapannya. Namun yang pasti, sebelum kita bertindak, berfikirlah sebaik-baiknya, agar kita bisa mengambil langkah yang sebaik mungkin

(hanya sebuah perenungan setahun lalu..sebuah fase berakhir dibulan ini dengan jalan yang tidak baik. Ternyata Fatimah…juga manusia…!!!)

Rabu, 22 April 2009

Sahabat, sadarkan aku dalam alpa ku...

hari ini tak ada yang bisa buat q ketawa kecuali gurawan sobat2q yang Allah berikan padaq. mungkin kalo q tak ada di IM q tak kenal sobat2,tak kenal siapa dia, kamu dan orang2 yang didekat. memang q akui sering kali q mengeluh...keluhan itu terjadi saat ada sesuatu yang buat q kesal. tapi wajarlah namanya juga manusia, untung aja ada sobat2q yang setia satq tersenyum dan saaq tersedih..alias murung.

sobat tak terasa hampir 4 tahun q di IM, jujur q rasa belum ada sesuatu peningkatan dari diriq kecuali usia yang menggerogotiq...sahabat...q telah merasakan indahnya saat qt susah n senang, saat qbersalah padamu,berdosa padamu, membuatmu senang dan tersenyum...

sahabat, jgn pernah kau bosan dalam mengajakq dan menarikq saat q tak berdaya. karna apalah diri ini tanpa senyum darimu..

Minggu, 19 April 2009

Ketika Future...



futur indikasi peningkatan iman setelah berhasil melewatinya..

futur mendatangkan kehinaan ketika tak mampu mensiasatinya..

namun, tak jarang juga kita sering kali futur-bangkit-futur-bangkit sehingga kalau di total hidup kita sekitar bagaimana cara bangkit dari kefuturan hari ini dan mempersiapkan cara lain ketika futur lagi..

namun, futur itu tidaklah sejenis.. kita harus jeli melihat penyebab ke futuran dan tindakan apa yang harus diambil..

berdasarkan pengalaman, penyebab futur karena kecewa dengan diri sendiri ketika rencana hanya tinggal kenangan, menyalahkan diri kenapa dengan saya? saya tidak seperti yang saya harapkan? hmm.. dan solusinya jika berhadapan dengan futur jenis ini adalah pergi ke pasar! (jangan tertawa dulu, ini pengalaman pribadi :mrgreen: ). pasar identik dengan tempat keramaian, dimana ada banyak aktifitas dan kegiatan, mulai dari orang berdasi yang duduk di balik marcedes band sampai kuli angkut barang yang sedang mengayuh becak. semua bisa di saksikan, di jalan semua orang berkejar-kejaran dengan waktu, kita tidak tahu untuk kepentingan duniakah urusan mereka atau untuk mencari keridho-an rabbnya. terlepas dari tujuan itu, ada satu hal yg secara umum bisa kita petik hikmahnya, yaitu : mereka bergerak! mereka tidak diam di tempat! mereka sibuk! mereka menyibukkan diri! tentu saja itu terlepas dr kesibukan yg berorientasi untuk mendapatkan apa. ketika futur karena tak bergairah melakukan apapun, tanyalah dahulu pada diri, inginkan hidup yg seperti apa? semua orang bersaing mendapatkan apa yg mereka impikan, apakah kita hanya bisa disini sj? jawablah…

ketika futur dalam amalan yaumiah, cobalah mengetahui keistimewaan ibadah yg kita lakukan, baca buku, atau setidaknya mencari tahu kepada seorang yg punya ilmu tentang itu. pahami, resapi kenapa saya tidak bersemangat melakukan suatu ibadah unggulan? melihat manfaatnya, apa lagi yang di tunggu kan kawan? jawablah…v

an yang terpenting ketika futur, lawanlah! futurkan futur yang menghantuimu. disadari atau tidak, ketika kita butuh kekuatan, jika mau berusaha sedikit saja untuk menemui kekuatan itu yakinlah Allah swt bersama orang-orang yang berusaha. disadari atau tidak, ternyata ada orang-orang yang mengatakan : “kemarilah saudaraku, duduklah disini bersama kami, jangan pergi, tetaplah disini, seberapa besar kekuatan yang kau butuhkan untuk dapat bangkit lagi, kau akan dapatkan dari sisa-sisa kekuatan kami”. subhanallah.. disanalah letak ukhuwah islamiah atas landasan kecintaan yang besar pada Rabb sehingga Allah SWT mengikat hati-hati orang yang saling mencintai karena-Nya.

masih futur? ayo bangkit! :)